
Industri barang perjalanan AS sedang mengalami pergeseran struktural, yang dipengaruhi oleh evolusi saluran distribusi dan perubahan ekspektasi konsumen. Meskipun ritel fisik masih mendominasi sebagian besar penjualan (sekitar 60-70% dari total penjualan), di mana konsumen dapat melihat, mencoba, dan merasakan produk yang akan dibeli, pangsa pasar online telah meningkat hampir dua kali lipat sejak 2019 dan kini menjadi saluran yang tumbuh paling cepat, didorong oleh peningkatan alat e-commerce, pilihan produk yang lebih luas, dan pengalaman berbelanja yang lebih lancar. Dinamika omnichannel tidak hanya memengaruhi cara produk dijual, tetapi juga jenis produk mana yang tumbuh paling cepat.
Diurutkan berdasarkan pertumbuhan, pertumbuhan paling menonjol terkonsentrasi pada beberapa subkategori yang sedang berkembang dan berevolusi:
Koper pintar dan ransel pintar merupakan segmen dengan pertumbuhan tercepat, dengan CAGR yang diproyeksikan di kisaran belasan persen dan dalam beberapa perkiraan melebihi 20%. Definisi "pintar" dalam kategori ini mencakup fitur seperti saku luar, lubang untuk kabel, dan saku untuk pelacak seperti Find My atau Tile. Meskipun pangsa pasarnya masih kecil secara keseluruhan, pertumbuhannya didorong oleh pergeseran preferensi konsumen di AS menuju produk terhubung dan fungsional yang diminati oleh para pelancong yang mengutamakan teknologi.

Produk berkelanjutan dan ramah lingkungan merupakan area pertumbuhan tinggi lainnya, berkembang sekitar 9–10% per tahun. Hal ini mencerminkan meningkatnya permintaan akan bahan daur ulang dan desain yang dapat diperbaiki, terutama di kalangan konsumen Milenial dan Gen Z. Keberlanjutan beralih dari fitur niche menjadi pendorong pembelian utama, memengaruhi baik desain produk maupun positioning merek.
Ransel perjalanan dan petualangan terus menunjukkan kinerja yang kuat, dengan pertumbuhan mendekati 9,5% dan sudah mendominasi pangsa pasar kategori ransel. Momentum ini terkait dengan perubahan gaya hidup—semakin banyaknya pekerja digital nomad, peningkatan tren perjalanan “hanya membawa tas kabin”, serta permintaan akan desain ergonomis dan berteknologi yang mendukung pola perjalanan yang fleksibel.

Produk konvertibel dan modular juga semakin populer (CAGR 8–9%), mencerminkan keinginan akan keserbagunaan. Format hibrida, misalnya desain tas ransel yang dapat diubah menjadi tas duffel, menarik bagi konsumen yang ingin menggabungkan barang-barang dan beradaptasi dengan berbagai jenis perjalanan tanpa perlu membeli banyak produk.
Sementara itu, koper berbahan keras yang ringan tetap menjadi segmen besar dan terus tumbuh (sekitar 7–8% CAGR), didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada bahan seperti polikarbonat dan dominasi roda spinner yang terus berlanjut. Di sini, inovasi bersifat bertahap namun berdampak, berfokus pada ketahanan dan pengurangan berat.
Terakhir, produk perjalanan bisnis dan korporat pulih dengan laju yang lebih moderat (6,5–7,5%), didukung oleh kembalinya perjalanan kerja dan tren “bleisure.” Permintaan berpusat pada organisasi, estetika profesional, dan fitur ramah laptop—mungkin ada tumpang tindih di sini dengan koper pintar dan ransel pintar yang disebutkan sebelumnya, mengingat sebagian besar pelancong bisnis kemungkinan besar bepergian dengan laptop.

Di seluruh segmen ini, benang merah yang menghubungkan adalah perpaduan antara fungsionalitas, keselarasan gaya hidup, dan pengaruh digital. Media sosial dan penemuan yang dipimpin oleh kreator semakin membentuk permintaan—terutama di segmen yang tumbuh pesat seperti produk pintar, berkelanjutan, dan petualangan—sementara ritel omnichannel memastikan bahwa riset online dan pengalaman di toko berjalan beriringan.
Singkatnya, pertumbuhan pasar barang perjalanan AS didorong oleh produk yang disesuaikan dengan perilaku perjalanan modern: terhubung, fleksibel, sadar keberlanjutan, dan semakin dipengaruhi oleh ekosistem digital, dengan riset online dan media sosial menjadi kunci dalam pembelian produk, baik secara online maupun offline.
Sumber: Travel Goods Association, Circana, Global Business Travel Association, American Apparel Footwear Association